Pembalap MotoGP 2017 Pakai 3 Tim

Rossi
Rossi

Di sela-sela kali ini saya akan membagikan infromasi tentang MotoGP Valencia 2016.  Salah satu titik berat yang dibahas ketika rapat yaitu perjalanan musim 2016 yang cukup sering memunculkan banyak pembalap yang mengalami cidera. Khususnya di kelas bergengsi. Tim-tim yang pembalapnya mengalami cedera, dipaksa menemukan pembalap pengganti jelang detik-detik dimulainya akhir pekan lomba.

Contohnya saja yang terjadi kepada Ducati dengan Andrea Iannone pasca MotoGP San Marino, yang bahkan pernah membuat tim asal distrik Borgo Paginale itu terpaksa melakoni satu seri dengan seorang Andrea Dovisiozo. Pun Repsol Honda merasakannya ketika silih berganti mengganti Dani Pedrosa yang cedera dengan Nicky Hayden, dan Hiroshi Aoyama.

Seperti dilaporkan GPOne, kedua tim ini mengaku kesulitan mencari pembalap pengganti dalam waktu singkat, serta mereka kesulitan mencari pembalap yang kualitasnya sebanding, atau tak beda jauh dengan pembalap pabrikan yang digantikan. Karena cukup sedikit pembalap yang memiliki kemampuan seperti itu, atau kalau mau dibilang punya pengalaman kelas MotoGP yang tersedia untuk menutup kesenjangan di atas. So, adakah solusi yang ditawarkan oleh tim-tim peserta buat musim 2017?

“Ini bukan masalah sederhana untuk dipecahkan. Di masa lalu, kami mencoba buat menawarkan peran test rider untuk pembalap muda. Tapi mereka tidak menyukainya, dan keseringan menolaknya, karena mereka lebih memilih untuk balapan (dalam sebuah tim). Mencari pembalap pengganti kelas MotoGP dari kelas Moto2 adalah mustahil. Karena mereka harus meninggalkan balapan di kelas mereka sendiri. Nicky Hayden pengganti sempurna Pedrosa di Phillip Island, namun dia mesti memiliki jadwal yang cocok dengan kami, dan komitmennya di WSBK,” tutur tim prinsipal Honda Racing Corporation (HRC), Livio Suppo.

Lantas apakah penggunaaan pembalap ketiga di MotoGP layak dimunculkan, seperti yang dilakukan Kejuaraan Dunia Balap Formula 1 (F1) selama ini? Nah kalau usul yang ini, managing director Yamaha Factory Racing, Lin Jarvis, masih antara kata setuju, dan tidak.

“Sulit untuk merencanakan sesuatu seperti itu. Karena pada akhirnya nanti, dalam rangka untuk kompetitif, seorang pembalap tetap butuh balapan setiap pekan,” beber Jarvis.

Sedangkan Davide Brivio, manajer tim Suzuki Ecstar. Menggarisbawahi bahwa ini adalah salah satu perbedaan antara kejuaraan balap motor dengan balap mobil. “Ini adalah semangat olah raga kami: Pembalap dalam kondisi terbaiklah yang akan berlomba, olah raga kami berbeda dengan Formula 1,” ujar Brivio.

Sementara tiga pabrikan asal Jepang tidak secara langsung mengiyakan atau menolak usul hadirnya tiga pembalap per tim di setiap lomba. Aprilia tampaknya sudah dalam kondisi lebih siap soal kondisi ini tahun depan.

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *